Mengenal 20 Istilah Khas Perbetonan
Mengenal 20 Istilah Khas Perbetonan dalam buku yang di terbitkan oleh Kementrian Pekerjaan Umum, Badan Penelitian dan Pengembangan. Buku ini juga dapat di gunakan sebagai rujukan dalam proses penyusunan dan perumusan dokumen. Baik dalam tinjauan norma, standar, Pedoman, manual dalam lingkup Badan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil. Maupun untuk pemanfatan lainya terkait dengan bidang ke – PU an pada umumnya.
Semua Mengenal 20 Istilah Khas Perbetonan dalam buku ini tidak seluruhnya memuat hal-hal teknis bersamaan dengan definisi. Maka dalam artikel ini, kami melampirkan pengertian dan penggunaan kata per kata istilah perbetonan. Tentunya masih banyak yang harus di revisi yang kemudian menjadi bahan rujukan.
Dapat melampirkan Mengenal 20 Istilah Khas Perbetonan ini segaja kami masukan kata-kata yang telah baku dalam kamus. Rujukan artikel ini terdapat dalam buku kumpulan istilah dan definisi yang terbit tahun 2011.
Kata Istilah
Kamus besar bahasa Indonesia kata istilah mengandung arti kata atau gabungan kata yang dengan cermat mengungkapkan makna konsep. Atau proses, keadaan, atau sifat yang khas dalam bidang tertentu. Kata istilah menyebutkan (menamakan dan sebagainya) sesuatu dengan perkataan tertentu. Oleh karena itu kata istilah sendiri merujuk makna dan penjelasan yang di maksud, biasanya berdiri sendiri. Atau dengan kata lain, istilah dalam percakapan mengandung makna penjelas kata. Sebenarnya bisa saja unsur makna kata disampaikan, namun masih banyak orang Indonesia yang menggunakan kata istilah.
Padahal kata istilah sendiri dalam cakupan pengertian yang luas adalah pengertian makna kata. Maka kata istilah dapat menjadi standar saling keterkaitan komunikasi. Kedua belah pihak mampu memahami isi pesan yang di sampaikan.
Sehingga kata istilah dalam artikel ini akan menyusun sesuai dengan kata yang sering menjadi bahan komunikasi. Atau setidaknya sebagai gambaran makna isi pesan yang akan tersampaikan.
Istilah dalam Perbetonan
-
Abrasi beton
Hilangnya sebagian volume pada permukaan beton akibat gaya gesek yang ditimbulkan oleh aliran air yang menyangkut sedimen bad load. Abrasi dapat juga pengikisan pada unsur beton.
-
Adukan
Campuran antara agregat halus, semen Portland atau jenis semen hidraulik yang lain dan air. Dalam Bidang konstruksi adukan semacam campuran kerikil, pasir, air dan semen.
-
Agregat
Adalah material gramular seperti pasir, batu pecah atau terak yang di gunakan bersama-sama bahan pengikat. Untuk membentuk suatu adukan atau beton. Adapun jenis agregat banyak macamnya, seperti agregat halus, agregat hasil ekstraksi, dan lain sebagainya.
-
Angkur
Suatu alat yang di gunakan untuk menjangkarkan tendon kepada komponen struktur betondalam system pasca tarik. Atau suatu alat yang di gunakan untuk menjangkarkan tendon selama proses pengerasan beton dalam system pratarik.
-
Benda uji beton
Inti benda berbentuk silinder atau di buat berbentuk kubus dari hasil pengeboran beton keras pada struktur bangunan.
-
Beton
Adalah campuran antara semen Portland, agregat halus, agregat kasar, dan air dengan atau tanpa bahan tambahan. Untuk membentuk massa yang padat keras dan kuat.
-
Beton normal.
Selanjutnya beton yang mempunyai berat isi 2200 – 25000 kg/m2 dan dibuat dengan menggunakan agregat alam yang dipecah atas tanpa di pecah.
-
Istilah Beton Pracetak.
Elemen atau komponen beton tanpa atau dengan tulangan yang dicetak terlebih dahulu sebelum dirakit menjadi elemen jembatan.
-
Bliding
Suatu peristiwa keluarnya air dalam beton segar ke permukaan akibat proses pengendapan bahan-bahan padat dari beton.
-
Deviasi standar
Deviasi standar S ialah alat tingkat mutu pelaksanaan pembuatan pembetonan. Nilai S ini digunakan sebagai salah satu data masukan pada perencanaan campuran adukan beton.
-
Ekstraksi
Pemisahan campuran dua atau lebih bahan dengan cara menambahkan pelarut yang dapat melarutkan salah satu bahan yang ada dalam campuran tersebut.
-
Epoksi
Bahan perekat yang digunakan untuk menyambung beton pada system sambungann yang mampu menahan beban.
-
Kertas perawat beton
Kertas khusus yang terdiri atas dua lembar kertas yang kuat yang direkatkan dengan material perekat. Kemudian di perkuat dengan serat, menggunakan penutup permukaan beton muda guna menghalangi kehilangan air selama masa perawatan.
-
Pasir
Yaitu tanah berbutir kasar yang berukuran lebih besar dari 0,074 mm atau bertahan pada saringan no. 200. Tetapi lebih kecil dari 2 mm.
-
Penegendalian Mutu Beton
Yaitu memantau dan mengevaluasi secara terus menerus agar beton yang dibuat dilapangan. Selalu mempunyai kuat tekan sesuai dengan yang diharapkan sebelumnya, sehingga memenuhi syarat kuat tekan dalam R.K.S
-
Slab
Ingot logam yang di rol setengah jadi yang berbentuk datar dengan lebar tidak lebih dari 250 mm dan luas penampang tidakk lebih besar 105 cm2
-
Slag
Limbah dari proses pembuatan besi dan baja yang terbentuk bongkahan, salah satu jenis bahan tambah yang merupakan produk samping dari pabrik baja. Berupa material silica halus yang reaktif pada panas hidrasi rendah.
-
Slump beton
Besaran konsisten atau plastisitas dan kohesifitas dari adukan beton. Atau penurunan ketinggiann pada pusat permukaan atas beton yang di ukur segera setelah cetakan uji slump di angkat.
-
Sloof
Balok yang terbuat dari beton bertulang yang berfungsi sebagai pengikat kolom bagian bawah.
-
Uji Hammer test
Alat uji ini sangat peka terhadap keadaan local permukaan beton.
Demikian artikel ini menyajikan bahan atau kata istilah yang biasa di gunakan dalam per istilahan beton. Tentunya masih banyak istilah yang sengaja belum di masukkan, karena begitu banyak nya. Maka dari itu, artikel ini hanya pintasan saja untuk menuju perbaikan dan tetap berlandaskan kamus. Kamus terdiri dari susunan kata-kata yang di maknai oleh kata lainya.
Mungkin artikel akan membantu Anda dalam menemukan peristilahan lain. Sebagaimana yang telah kami sarankan, untuk merujuk lebih banyak lagi, Anda dapat mencarinya dalam kamus. Tentu kamus Teknik Sipil yang beredar luas di tengah masyarakat.

