Login

Lost your password?
Don't have an account? Sign Up
Sebagaimana cek mobilisasi pengangkutan precast

Cek Mobilisasi Pengangkutan Precast

Cek mobililasasi pengangkutan precast merupakan divisi tersendiri pada pengaturan transportasi. Dalam produksi precast senantiasa terdapat satu divisi yang mengurusi dan mengatur mobilasasi pengiriman. Sehingga kendala-kendala yang muncul pada lapangan dapat lokalisir dengan mudah teratasi.  Sebagaimana kita mengetahu cek mobilisasi pengangkutan precast dalam sebuah ekspedisi misalnya.

Berbagai macam jenis peralatan dengan kapasitas yang berbeda-beda telah banyak memproduksi untuk menggunakan dalam pekerjaan konstruksi sesuai dengan fungsinya. Dari berbagai macam jenis peralatan dan fungsinya tersebut, mengaitkan dengan jenis-jenis pelaksanaan pekerjaan yang harus melakukan, dapat menyusun pengelompokan peralatan untuk tiap- tiap jenis penanganan pekerjaan sebagai berikut:

Baca Juga Artikel : Ayo Strategi Jual Produk Konstruksi

Pekerjaan Konstruksi

Dalam manajemen penyelenggaraan pekerjaan konstruksi, penyediaan peralatan (oleh kontraktor) harus sesuai dengan kebutuhannya menininjau dari jenis, jumlah, kapasitas maupun waktu yang tersedia. Cara menggunakannya harus mengikuti prosedur pengoperasian, sesuai dengan fungsi masing-masing peralatan, setelah itu peralatan harus tersimpan pda tempat yang bisa melindunginya dari kemungkinan hilang atau rusak.

Dalam memobilisasi peralatan tentunya sudah memperhitungkan kondisi medan kerja, keadaan cuaca, jenis dan kondisi alat, jumlah alat serta kapasitas alat yang sesuai dengan kebutuhan lapangan sehingga mampu mendukung dan menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu dan tepat mutu. Bisa Sebagaimana cek mobilisasi pengangkutan precast dalam pengiriman barang ke lokasi proyek.

Prosedur Pengoperasian

Pada padangan lain yang tidak kalah pentingnya adalah prosedur pengoperasian yang sesuai dengan fungsi masing-masing peralatan serta kemampuan operator dalam menggunakan peralatannya. Dalam pengoperasian peralatan perlu menyediakan alat komunikasi antara operator dengan pengendali lapangan.

Akses Jalan Masuk (ACCESS ROAD) dan Pengiriman Material

a) Pembuatan jalan masuk (access road) ke lokasi pekerjaan:

Pembuatan jalan masuk memerlukan pertimbangan yang sangat penting, karena jalan masuk biasanya menghubungkan kelokasi rencana pelaksanaan pekerjaan konstruksi dan dalam beberapa hal bahkan menentukan kelancaran pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Lokasi pekerjaan misalnya untuk konstruksi irigasi umumnya terpencil jauh dari jalan besar, yang ada baru jalan desa atau jalan kecil atau jalan setapak. Untuk keperluan mendatangkan material dan atau alat-alat memerlukan jalan kerja atau jalan logistik.

Jalan Kerja

Maka memerlukan pembuatan/ perbaikan atau peningkatan jalan untuk menjadi jalan kerja atau jalan logistik. Jalan kerja tersebut memerlukan pemeliharaan selama pelaksanaan pekerjaan, yang nantinya akan menjadi jalan masuk (acess road) atau jalan inspeksi ke lokasi bangunan utama yang akan membuat (jika bangunan itu besar misal bendung).

b) Pengiriman Material:

1) Mendatangkan material/ bahan timbunan & material agregat dari Quarry ke gudang/ lokasi sekitar pekerjaan. Untuk mendatangkan material/ bahan terlebih dulu melakukan pemeriksaan mutu & volume bahan dan setelah ternyata hasil pemeriksaannya baik, maka melakukan hal-hal sebagai berikut:

  1. Kasatker/ PPK memberikan Rekomendasi terhadap penggunaan Quarry.
  2. Pembuatan Akses Jalan ke lokasi Quarry harus memperhatikan dan memecahkan masalah atas dampak lingkungan sekitarnya akibat penggunaan akses jalan tsb oleh kendaraan dengan muatan berat.
  3. Perlu Ijin Penggunaan/ Pemanfaatan Quarry dari Pemda dengan melampirkan data tentang lokasi Quarry, Luas Lahan yang akan menggarap. Volume dan Jenis Bahan yang akan mengambil/ menggali, Rencana Penggunaan dan CaraPengambilan/ Ekspoitasinya.
  4. Mendatangkan Bahan Timbunan & Material Agregat dari Quarry sekitar lokasi pekerjaan.
  5. Selanjutnya urusan yang berkaitan dengan kewajiban membayar retribusi. Akibat penggunaan Quarry tersebut menjadi tanggung jawab kontraktor.

Luar Lokasi

2) Mendatangkan material/ bahan yang mendatangkan dari Luar Lokasi Pekerjaan seperti bahan pabrikan (aspal, semen, besi beton, kapur, dan sebagainya). Setelah pengujian sample bahan pabrikan laboratorium yang melaksanakan oleh Konsultan atas perintah Kasatker/ PPK, maka:

(a) Apabila memang telah memenuhi syarat maka Kontraktor boleh mendatangkan bahan-bahan yang ada untuk keperluan pelaksanaan pekerjaan.

(b) Apabila tidak memenuhi syarat tetapi sudah mengkirim ke lokasi pekerjaan, maka harus segera memerintahkan untuk mengangkut ke luar lokasi pekerjaan dalam waktu 3 x 24 jam.

Dalam pengiriman material mengenal dengan istilah ritase atau rit. Satu rit (1 rit) artinya pengiriman barang dari lokasi A ke lokasi B dan truk langsung pulang, atau 1 rit berarti satu kali angkut barang atau satu kali penurunan barang. Dua rit (2 rit) berarti:

  • Jika Pengiriman dari lokasi A ke Lokasi B, dan ulang lagi dari A ke B
  • Maka Pengiriman dari lokasi A ke lokasi B lanjut ke Lokasi C
  • Dua kali angkut barang atau dua kali penurunan barang

Kalau truk bisa menyewa per jam maka jatuhnya nanti bisa lebih mahal, karena dalam perjalanannya truck yang memiliki badan besar sulit untuk melewati jalanan terutama ketika macet jam pulang kerja. Kalau menghitung per jarak tempuh, juga tidak fair bagi pemilik kendaraan, karena waktu tempuh serta waktu untuk memuat dan membongkar barang relatif lama. Waktu yang terbuang ini akan sia-sia. Jadi penyewaan truck menganut sistem ritase, yakni menghitung per satu kali muat dan bongkar barang, atau satu kali transaksi.

Persiapan Mobilisasi Personil dan Peralatan

  1. Sebelum pelaksanaan mobilisasi personil (tenaga ahli) dan peralatan, penyedia jasa konsultan supervisi/ pengawas harus mengajukan usulan persetujuan personil & peralatan yang sampaikan kepada pengguna jasa, untuk mendapatkan persetujuan dari pengguna jasa sesuai dengan kontrak.
  2. Petugas lapangan yang menugaskan untuk mengawasi pelaksanaan pekerjaan, harus melengkapi dengan peralatan yang memerlukan untuk mengadakan pemeriksaan pekerjaan.